Kamis, 24 Mei 2018

Rules Sekolah Lentera Harapan Palopo

Haiii guys !!☺☺☺☺

Aku kembali lagi untuk memposting hal baru. Bagaimana dengan film yang sudah aku ceritakan sebelumnya? Kalian sudah menontonnya? Kalian suka? Baguskan? Sudah pasti bagus. Nah sekarang aku mau memperlihatkan sesuatu lagi. klik disini

Jadi, video diatas adalah tugas terakhir kami dipelajaran TIK kelas X. Jadi kami disuruh membuat rules di Sekolah Lentera Harapan Palopo dari datang ke sekolah sampai pulang sekolah. Kami di bagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok mendapat 2 rules. Setelah video itu dikumpulkan, guru TIK kami yaitu Mr. Julio akan menggabungkannya menjadi satu bagian yang berisi 10 rules SLH Palopo.

2 rules yang didapatkan kelompokku adalah rules ke-2 dan ke-3, yaitu: (2)Setelah bel berbunyi, semua siswa harus berbaris didepan kelas masing-masing; (3)Setelah berbaris, siswa masuk kedalam kelas dan melakukan devosi sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai.(sedikit penjelasan, jadi di sekolahku ini, semua siswa harus melakukan devosi setiap hari sebelum belajar. Mungkin ada yang bertanya, apa itu devosi? Devosi adalah ibadah)

Ayat Alkitab pendukung dilakukannya ibadah/devosi setiap hari:

Ulangan 10 : 12b-13
(12)......,Beribadah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,(13) berpegang kepada perintah dan ketetapan Tuhan yang kusampaikan kepadamu hari ini, supaya baik keadaanmu.

Ibrani 12 : 28
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.


Kamis, 19 April 2018

Review Film "God's Not Dead"

Hii....☺☺☺
Postingan kali ini, aku menuliskan review film "God's Not Dead", menurutku film ini sangat bagus dan wajib ditonton oleh yang beragama Kristen. Yuk! simak ceritanya

_______________________☺HAPPY_READING☺_______________________

Film ini bercerita tentang, seorang pemuda yang bernama Josh Wheatton yang baru memulai semester pertamanya di sebuah universitas. Dia mangambil jurusan hukum, tapi sebelum itu dia harus melalui kelas filsafat terlebih dahulu. Kelas tersebut adalah kelas dari prof. Radisson, yang seorang atheis.

Pada pertemuan pertama dalam kelas tersebut, Radisson menjelaskan bahwa bukan Tuhan yang menciptakan dunia,Tuhan itu tidak ada dan hanya sebuah cerita lama yang dipercayai orang. 



Radisson menyuruh semua mahasiswanya untuk menuliskan “God’s dead”.




Tapi Josh tidak mau menulis itu. Karena dia seorang Kristen dan percaya bahwa Tuhan benar-benar ada. Karena perbuatannya itu, dia terancam tidak lulus pada kelas filsfatnya. Radisson memutuskan bahwa Josh akan menyampaikan argumennya dan membuktikan bahwa Tuhan benar-benar ada, di depan semua mahasiswa lainnya. Jika dia tidak bisa membuktikannya maka dia tidak akan lulus ditahap ini.



Josh sangat bimbang. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan bagaimana akan melakukannya. Disisi lain, pacarnya juga melarangnya untuk menentang Radisson. Kemudian dia pergi ke gereja. Disana dia bertemu dengan Pastor David, dan menceritakan pergumulan apa yang sedang dia hadapi. Setelah mendengar pergumulan Josh, Pastor David memberikan ayat Alkitab. Setelah itu, Josh tidak bimbang lagi dan yakin dengan keputusan yang diambilnya dengan menjadikan ayat itu sebagai landasan. Dia mulai mempersiapkan diri dengan membaca beberapa buku. Kemudian pacarnya tahu keputusan yang dia ambil, pacarnya sangat marah dan memilih untuk meninggalkannya. Meskipun begitu Josh sama sekali tidak menyesal dan tetap pada keputusannya.



Suatu hari Josh bertemu dengan Radisson dan dia mendapatkan satu fakta baru bahwa dulu Radisson juga adalah seorang Kristen. Pada umur 12 tahun ibunya meninggal karena sakit meskipun dia sudah berdoa dan memohon pada Tuhan agar ibunya bisa sembuh. Dia menyalahkan Tuhan atas kejadian itu. Dia kemudian sangat membenci Tuhan.

Disaat-saat terakhir pembuktiannya di depan semua mahasiswa, Josh mmancing Radisson untuk mengakui kebenciannya itu. Dan karena terpancing emosi, Radisson akhirnya mengakui bahwa dia sangat membenci Tuhan. Kemudian Josh berkata “Bagaimana bisa anda membenci seseorang, jika orang itu tidak ada?”. Setelah itu banyak mahasiswa yang percaya bahwa Tuhan benar-benar ada, dan mengakuinya di depan Radisson.




Film ini juga bercerita tentang:
Seorang gadis yang bernama Ayisha. Dia dan ayahnya beragama Islam. Tetapi dia percaya kepada Yesus. Dan dia sudah menyembunyikan imannya itu selama satu tahun dari keluarganya. Suatu hari ayahnya mengetahui itu semua dan ia diusir dari rumah.



Mina. Dia adalah pacar dari Radisson. Tetapi dia adalah seorang Kristen. Suatu hari dia diperlakukan tidak layak oleh Radisson dan teman-temannya. Dia kemudian datang ke gereja dan bertemu dengan Pastor David. Pastor David memberinya beberepa nasehat. Dia kemudian memutuskan untuk meninggalkan Radisson.


Juga ada seorang wartawan yang bernama Amy, yang seorang atheis. Dia mengidap penyakit kanker dan pacarnya meninggalkannya saat itu juga. Dia mulai penasaran dengan Tuhan. Dan dia pergi untuk mewawancarai band yang akan tampil di sebuah konser yang akan memuliakan Tuhan. Tepat sebelum band itu tampil mereka mendoakan Amy agar penyakitnya diangkat oleh Tuhan dan percaya bahwa Tuhan itu ada.



Akhir dari cerita ini, Josh, Mina, Ayisha, Amy, dan salah satu teman Josh yang menjadi percaya karena pembuktian Josh. Berada di tempat konser yang akan memuliakan Tuhan dan mereka semua sangat bahagia. Semua yang hadir di tempat itu diminta untuk mengirim pesan ke kontak orang yang mereka kenal yang berisi “God’s Not Dead”.



Pada malam itu juga, Radisson mengalami kecelakaan di lampu merah saat akan melintas. Dan karena rencana Tuhan, Pastor David berada disana dia kemudian mengobrol dengan Radisson. Tepat sebelum Radisson meninggal, dia bertobat dan mengakui bahwa Tuhan benar-benar ada dan menerima-Nya sebagai Juruslamatnya.



____________________THE END_____________________

Remember This Verse

Kamis, 22 Maret 2018

Kegiatanku Pekan Ini


Hi, selamat pagi…

Aku mau menceritakan apa yang aku lakukan pekan ini dan apa yang aku rasakan. Pekan ini aku sangat sibuk, karena aku banyak tugas dan ada juga tugas tambahan karena besok ada SLC di sekolahku, jadi kami harus menulis 3 refleksi untuk portofolio untuk setiap mata pelajaran dan ada 17 mata pelajaran. Tapi ada juga mata pelajaran yang hanya 2 atau 1 refleksi saja.

Menulis refleksi, sangat membosankan bagiku dan juga teman-teman. Semua itu karena kami harus menulis banyak sekali refleksi. Dalam 1 refleksi ada tiga kategori yang harus di jawab dan dalam  kategori harus terdiri dari 5 kalimat atau lebih. Ketiga kategori itu, yaitu kategori melihat ke belakang (contohnya: berisi proses yang dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan masalah yang dihadapi, dll), kategori melihat ke dalam(contohnya: berisi apa yang kita rasakan, apa tujuan yang akan di capai dalam tugas tersebut, dll), dan kategori melihat ke depan ( contohnya: berisi satu hal yang akan di tingkatkan dalam tugas tersebut atau tugas lainnya, dan yang akan diubah jika ada kesempatan untuk mengulang tugas tersebut.)

Dan setelah kami selesai membuat refleksi, kami harus mendapatkan tanda tangan guru mata pelajaran di setiap lembar refleksi. Semua refleksi harus jadi sebelum hari jumat (besok). Jadi, kami harus menyelesaikan semua refleksi pada hari kamis (hari ini) dan mendapatkan tanda tangan guru mata pelajaran. Jadi, mau tidak mau aku harus begadang untuk menyelesaikan refleksinya.

Sebenarnya, di sekolah sudah diberi waktu khusus untuk menulis refleksi sekitar kurang lebih 1 jam. Tapi, waktu yang diberikan itu tidaklah cukup untuk menyelesaikan semuanya. Karena menulis refleksi itu tidaklah mudah. Sangat susah.

Aku juga mengalami beberapa masalah karena ada kertas sumatifku yang tercecer entah dimana. Sedangkan kita harus menuliskan refleksi berdasarkan hasil sumatif. Jadi aku harus membongkar semua yang ada di meja belajarku, membuka satu persatu buku catatan dan buku cetak, dan mencari ke semua ruangan yang ada di rumahku. Setelah itu, aku harus merapikan semua yang sudah aku bongkar sekaligus membersihkan rumah juga. Dan itu semua sangat sangat melelahkan. Setelah belajar di sekolah selama kurang lebih 9 jam, aku harus kembali ke rumah dan melakukan semua hal di atas termasuk menulis refleksi. Sebenarnya dari awal wali kelasku sudah memperingatkan kami semua untuk menyimpan baik-baik kertas hasil sumatif agar tidak kesusahan saat mempersiapkan SLC. Tapi karena aku tidak mau mendengar nasehat itu, maka sekarang aku mendapatkan akibatnya.

Bukan hanya itu, kami juga harus mendekorasi kelas dan memasang hasil projek yang pernah kami buat. Contohnya, comic ( mapel English conversation), mind mapping (sejarah), hand latering (SBK), slogan tentang pencemaran lingkungan (biologi), dan teropong bintang sederhana. Jadi kami harus berada di sekolah lebih lama dari biasanya. Dari pukul 07.00 – 17.00.

Dari tadi aku bercerita panjang lebar mengenai kesibukanku karena SLC. Mungkin ada dari kalian yang bertanya-tanya, apa itu SLC???? Jadi, SLC adalah singkatan dari Student-Led Conferencess. SLC, dimana kita mempresentasikan sendiri hasil belajar kita kepada orang tua/wali kita. Mempertanggung jawabkan segala sesuatunya. Baik atau buruk hasil belajar kita, kita tetap hurus mempresentasikannya kepada orang tua/wali kita. Dalam SLC, kita harus membuat refleksi dari hasil belajar kita itu.

Itulah kesibukanku pekan ini yang sangat melelahkan, tapi aku juga senang karena setelah SLC kami libur.

Kamis, 08 Maret 2018

LOGO



Aku memilih warna biru karena warna biru memberikan kesan komunikasi, rasa percaya diri, persahabatan, kasih sayang, kepercayaan, panutan, ide, pesan, dan masih banyak lagi. Dan warna putih pada logo tersebut berarti kesucian, kesederhanaan, kedamaian, kesatuan, dan pencapaian diri.

Aku memilih lingkaran karena lingkaran tidak memiliki awalan dan tidak memiliki akhiran. Lingkaran mewakilkan kekekalan. Lingkaran memiliki pergerakan yang bebas. Lingkaran bisa berputar. Bayangan dan garis dapat meningkatkan rasa pergerakan dalam lingkaran. Lingkaran merupakan kurva yang anggun dan terlihat feminin. Lingkaran juga memberikan rasa hangat, menenangkan dan memberikan rasa sensualitas dan cinta. Pergerakannya memberikan energi dan kekuatan. Kelengkapannya menunjukkan ketakterbatasan, kesatuan dan harmoni.
Lingkaran melindungi, memberikan pertahanan dan membatasi. Lingkaran membatasi apa yang ada di dalam dan menjaga hal-hal lain tetap di luar. Lingkaran menawarkan keamanan dan koneksi. 

Dan aku memberi tulisan "Jangan Pernah Menyerah", supaya setiap kali melihat itu aku ingat bahwa aku tidak boleh menyerah apapun yang terjadi, karena setiap masalah ada jalan keluarnya.

Kamis, 01 Februari 2018

About Me

Haiii...

Namaku Welsi Bura Saleppang. Aku biasa dipanggil Welsi. Aku lahir di Tete Uri' pada tanggal 8 Juli 2002. Orang tuaku bernama Yohanis Biu' dan Dina Pindan. Aku adalah anak keenam dari enam bersaudara dan hanya aku anak perempuan satu-satunya dari enam bersaudara. Meskipun demikian, orang tuaku tidak pernah membeda-bedakan kami,mereka selalu bersikap adil kepada kami semua.

Sekarang aku sekolah di Sekolah Lentera Harapan palopo, kelas X, semester 2. Aku sangat menyukai pelajaran matematika, karena menurutku matematika itu menyenangkan. Aku juga salah satu anggota paskibra.

Ini adalah gambar yang pernah aku buat di pelajaran TIK. Gambarnya tidak bagus karena aku memang tidak pandai menggambar.

Dan ini adalah video yang pernah aku buat juga dipelajaran TIK. Klik disini.

Sekian perkenalan dari aku, salam kenal yaaa....